Friday, September 16, 2016

We can not be super heroes but we can be a hero

marvel super heroes
We can not be super heroes but we can be a hero-
Maksud dari pernyataan diatas adalah di dalam hidup ini kita tidak perlu menjadi pahlawan dengan kekuatan super untuk menyelamatkan dunia tetapi setiap orang bisa menjadi seorang pahlawan.

Setiap orang pasti pernah membayangkan menjadi seorang pahlawan dengan kekuatan supernya untuk menyelamatkan dunia ini dari kejahatan, menghayal memiliki senjata canggih masa depan dengan peluru lasernya untuk menumpas kejahatan yang mengancam dunia ini. layaknya film-film super hero pada umumnya yang membuat kita terfana akan kekuatanya hehehe

Padahal untuk mejadi seorang pahlawan sejati sebenarnya tidak perlu semua hal-hal di atas, cukup hal yang simpel aja kita lakukan setiap hari salah satu contoh dengan cara membuang sampah pada tempatnya kalian itu sudah disebut seorang pahlawan karena ikut menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan ini, mematuhi rambu-rambu lalulintas pun kalian bisa dianggap sebagai pahlawan karena ketika kalian tertib berlalu-lintas maka tidak akan banyak kecelakaan terjadi dan banyak nyawa yang akan terselamatkan apalagi kalian telah memiliki keluarga yang menunggu di rumah dan menanam satu pohon pun kalian bisa dikatakan sebagai seorang pahlawan karena setiap satu pohon cukup menyediakan oksigen bagi 5 orang.

Jadi pada jaman sekarang berhentilah menghayal sebagai tokoh super hero untuk memulai menjadi seorang pahlawan karena jiwa kepahlawanan itu ada pada diri kalian sendiri, dan itu tergantung dari tindakan kalian pada umumnya akankah berguna bagi orang banyak atau merugikan bagi orang banyak. seperti contoh-contoh yang saya tulis kayaknya sih tidak perlu akan kekuatan super untuk itu melainkan cuma perlu niat yang super kuat untuk menjadi seorang pahlawan.

Sunday, September 11, 2016

Perang

Perang-
Didalam sebuah sebuah perang banyak terdapat unsur-unsur yang jarang orang-orang ketahui, ada unsur politik, unsur agama dan unsur bisnis perdagangan, ketiga unsur itu tidak akan lepas dari sebuah perang atau konflik di jaman modern ini dan yang menjadi korbanya adalah masyarakat yang tidak tahu akan tujuan perang tersebut, berikut pendapat saya mengenai ke tiga unsur yang terdapat di dalam perang tersebut:

Unsur politik: Dimana suatu negara berkepentingan terhadap sebuah wilayah yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di wilayah tersebut dan bertujuan untuk memperluas wilayah negaranya dengan cara menjajah wilayah tersebut, hal ini pernah terjadi di negara Indonesia ketika pada masa perang kolonial Belanda.

Unsur Agama: Kebanyakan perang di jaman modern ini melibatkan unsur agama yang bertujuan untuk mempermudah perekrutan sebuah pasukan, dan terkadang perekrutan tersebut dimulai dari usia dini mereka sudah di ajarkan untuk membunuh dan menggunakan senjata, di dalam pikiran mereka udah di tanamkan bahwa menurut ajaran mereka dan demi agama mereka membunuh itu adalah hal yang di perbolehkan. setiap orang yang mereka bunuh akan berpahala seekor bidadari di surga.

Unsur Bisnis: unsur inilah yang membuat perang itu tidak akan pernah berhenti karena bisnis penjualan senjata sangat menguntungkan, makin lama perang itu berlangsung makin tinggi akan permintaan senjata, mereka yang menjual senjatalah yang memiliki peran penting di dalam memenangkan suatu perang, terkadang di dalam 2 konflik negara menggunakan satu produsen senjata dengan cara salah satu pihak menggunakan senjata yang legal dan pihak yang satunya dengan cara ilegal di produsen senjata yang sama.

Ketika kita melihat sebuah perang cobalah untuk tidak memihak, mereka yang menjadi korban pun di dalam perang akan dimanfaatkan untuk mencari sebuah bantuan politik dan seolah-olah mereka orang yang amat teraniaya di dalam perang tersebut misalnya anak-anak yang menjadi korban, mereka  hanya di jadikan sebuah pion didalam sebuah perang ketika mereka hidup meraka akan disuruh angkat senjata dan ketika mereka gugur mereka akan digunakan mencari sebuah simpati dunia. meskipun kita tidak dapat menghentikan suatu konflik sehari lebih awal coba lah untuk berpikir ketika dalam konflik kamu menembak atau membunuh seseorang bukan lah itu cara menghentikan perang karena orang terbut pasti memiliki sodara atau teman yang kemudian akan ikut membenci anda dan menyebabkan konflik semakin besar jadi cara menghentikan perang bukanlah senjata tetapi sebuah pemahaman dan sebuah ideologi perdamaian.

Monday, September 5, 2016

Cinta

Cinta-
Rasa cinta merupakan perasaan yang saling menyayangi atau mengasih antara satu individu dengan individu lainya, rasa cinta itu timbul dari kenyamanan, kedekatan, pertemanan dan hubungan keluarga tanpa ada syarat dan ketentuan berlaku, layaknya rasa cinta orang tua kepada anaknya tanpa ada syarat apapun meskipun sebagai seorang anak kadang lupa akan hal itu.

Bagi kalian yang mencari pasangan hidup juga berlaku hal demikian, ketika kalian mencintai seseorang kalian dihadapi oleh berbagai syarat dalam berbagai bentuk berarti pasang atau kekasih kalian tersebut bukanlah orang yang sungguh-sungguh mencintai anda, cobalah mengingat beberapa cerita rakyat yang cinta nya berdasarkan syarat tertentu salah satunya adalah kisah "Roro Jongrang" dan Sangkuriang"
Ini juga pengalaman kisah hidup saya yang kini berada di ujung perceraian, ini berawal dari saya kenal seorang gadis belia, saya dengan berani mulai mendekatinya karena saya rasa banyak kecocokan di antara kita berdua, setelah lama kenal sekitar awal 2011 kami sering bercakap-cakap entah melalui telepon atau dari sosial media dulu sih biasa kami pakai yahoo massanger, ketika saya mulai mengungkapkan isi hati saya, saya dihadapi berbagai syarat, oke lah cinta itu memang buta saya berusaha untuk memenuhi syarat tersebut meskipun keluarga saya awalnya menentang dengan keras dan akhirnya kami menemukan alternatif yang mungkin dapat diterima kedua belah pihak agar tidak ada pertikaian, melalui masa pacaran yang sangat sulit saya lalui ketika pernah saya berkunjung kerumahnya pas malam minggu seperti biasa seorang cowok apel ke rumah ceweknya tiba-tiba terjadi suasana yang tidak mengenakan saya mendapat intimidasi dari keluarga ibu pacar saya yang kalo saya ceritakan akan membuka luka lama dan sampai sekarang masih berbekas, pada bulan 10 juli 2013 akhirnya kami melaksanakan pernikahan acara itu pun dilakukan atas sayarat-syarat tertentu dan karena suatu hal acara yang kedua tidak dapat dilaksanakan dirumah saya pada waktu itu, pernikahan itu berjalan 2 tahun samapai anak kami berumur 2 tahun dan sesuai perihal yang dulu direncanakan acara yang kedua dilaksanakan 2 tahun kemudian untuk memperkenalkan istri saya kekeluarga saya, awalnya acara itu lancar-lancar saja, sampai akhirnya pihak dari keluarga yang cewek bersikukuh untuk melaksanakan syarat-syarat yang telah diajukan, suasan yang harusnya berakhir bahagia menjadi sebuah bencana bagi pernikahan saya, padahal dulu mengenai syarat tersebut sudah diberikan alternatif dan telah disepakati kedua belah pihak. semenjak itu pernikahan kami diambang kehancuran tapi saya masih tetap berjuang demi keutuhan keluarga saya, demi anak saya supaya tidak berimbas pada perkembanganya, apa boleh buat sekuat saya berusaha tetap saya di hadapkan dengan syarat-syarat yang tidak mungkin saya penuhi, sampai sekarang akhirnya saya berpikir kemungkinan dulu dia mau menerima saya bukan karena cinta melainkan karena keinginan saya untuk menjalankan syarat itu demi cinta, dan puncaknya  tahun 2016 saya berpikir untuk menyerah karena saya sudah lelah, lelah menghadapi semuanya.

jadi bagi kalian yang mencari pasangan hidup usahakanlah mencari cinta yang tumbuhnya dari dalam hati, bukan dari syarat atau intimidasi dari berbagai pihak karena yang kalian akan dapatkan bukanlah kebahagiaan melainkan kehancuran

Saturday, September 3, 2016

Genius

Genius-
Kejeniusan merupakan sebuah anugrah yang jarang dimiliki manusia pada umumnya, tetapi setiap manusia itu adalah jenius tergantung dari keterampilan dan posisi yang mereka miliki.

Terkadang jika orang yang memiliki sebuah keterampilan yang dia miliki tidak ada pada komunitas yang dia berada maka orang itu akan dianggap aneh dan bodoh, melainkan ketika dia berada dalam suatu komunitas yang dapat memanfaatkan dan menilai kemampuannya maka orang tersebut akan dianggap jenius

Salah satu contoh misalnya kita memiliki 2 hewan yang berbeda yaitu monyet dan ikan, jika kita melihat kemampuan monyet didalam memmanjat kita akan melihat monyet itu amat hebat dan jenius, melainkan ketika kita menilai kemampuan memanjat ikan tersebut maka ikan tersebut akan kelihatan bodoh dan aneh sepanjang hidupnya, begitu pula ketika monyet berenang maka monyet juga terlihat bodoh sedangkan ikanlah yang jenius.

Maka kesimpulanya adalah menilai sifat jenius itu adalah ketika ketika melihat kemampuan orang tersebut pada bidang yang dia jalani memiliki kempuan lebih untuk menganalisa sesuatu terhadap bidang tersebut dan paling menoonjol di komunitasnya maka orang tersebutlah yang kita anggap jenius.