Rasa cinta merupakan perasaan yang saling menyayangi atau mengasih antara satu individu dengan individu lainya, rasa cinta itu timbul dari kenyamanan, kedekatan, pertemanan dan hubungan keluarga tanpa ada syarat dan ketentuan berlaku, layaknya rasa cinta orang tua kepada anaknya tanpa ada syarat apapun meskipun sebagai seorang anak kadang lupa akan hal itu.
Bagi kalian yang mencari pasangan hidup juga berlaku hal demikian, ketika kalian mencintai seseorang kalian dihadapi oleh berbagai syarat dalam berbagai bentuk berarti pasang atau kekasih kalian tersebut bukanlah orang yang sungguh-sungguh mencintai anda, cobalah mengingat beberapa cerita rakyat yang cinta nya berdasarkan syarat tertentu salah satunya adalah kisah "Roro Jongrang" dan Sangkuriang"
Ini juga pengalaman kisah hidup saya yang kini berada di ujung perceraian, ini berawal dari saya kenal seorang gadis belia, saya dengan berani mulai mendekatinya karena saya rasa banyak kecocokan di antara kita berdua, setelah lama kenal sekitar awal 2011 kami sering bercakap-cakap entah melalui telepon atau dari sosial media dulu sih biasa kami pakai yahoo massanger, ketika saya mulai mengungkapkan isi hati saya, saya dihadapi berbagai syarat, oke lah cinta itu memang buta saya berusaha untuk memenuhi syarat tersebut meskipun keluarga saya awalnya menentang dengan keras dan akhirnya kami menemukan alternatif yang mungkin dapat diterima kedua belah pihak agar tidak ada pertikaian, melalui masa pacaran yang sangat sulit saya lalui ketika pernah saya berkunjung kerumahnya pas malam minggu seperti biasa seorang cowok apel ke rumah ceweknya tiba-tiba terjadi suasana yang tidak mengenakan saya mendapat intimidasi dari keluarga ibu pacar saya yang kalo saya ceritakan akan membuka luka lama dan sampai sekarang masih berbekas, pada bulan 10 juli 2013 akhirnya kami melaksanakan pernikahan acara itu pun dilakukan atas sayarat-syarat tertentu dan karena suatu hal acara yang kedua tidak dapat dilaksanakan dirumah saya pada waktu itu, pernikahan itu berjalan 2 tahun samapai anak kami berumur 2 tahun dan sesuai perihal yang dulu direncanakan acara yang kedua dilaksanakan 2 tahun kemudian untuk memperkenalkan istri saya kekeluarga saya, awalnya acara itu lancar-lancar saja, sampai akhirnya pihak dari keluarga yang cewek bersikukuh untuk melaksanakan syarat-syarat yang telah diajukan, suasan yang harusnya berakhir bahagia menjadi sebuah bencana bagi pernikahan saya, padahal dulu mengenai syarat tersebut sudah diberikan alternatif dan telah disepakati kedua belah pihak. semenjak itu pernikahan kami diambang kehancuran tapi saya masih tetap berjuang demi keutuhan keluarga saya, demi anak saya supaya tidak berimbas pada perkembanganya, apa boleh buat sekuat saya berusaha tetap saya di hadapkan dengan syarat-syarat yang tidak mungkin saya penuhi, sampai sekarang akhirnya saya berpikir kemungkinan dulu dia mau menerima saya bukan karena cinta melainkan karena keinginan saya untuk menjalankan syarat itu demi cinta, dan puncaknya tahun 2016 saya berpikir untuk menyerah karena saya sudah lelah, lelah menghadapi semuanya.
jadi bagi kalian yang mencari pasangan hidup usahakanlah mencari
cinta yang tumbuhnya dari dalam hati, bukan dari syarat atau intimidasi dari
berbagai pihak karena yang kalian akan dapatkan bukanlah kebahagiaan melainkan
kehancuran

No comments:
Post a Comment